<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0"
 xmlns:blogChannel="http://backend.userland.com/blogChannelModule"
>

<channel>
<title>Amorita D; Up, Close &#x26;amp; Personal</title>
<link>http://amorita2005.multiply.com/</link>
<description>Keping-keping persinggahan ide dan realita,&#x3C;BR&#x3E;juga bundel pemikiran yang sempat berkelebat.&#x3C;BR&#x3E;berserak di sini...&#x3C;BR&#x3E;</description>
<pubDate>Sun, 9 Mar 2008 20:24:16 -0000</pubDate>
<lastBuildDate>Sat, 12 Jan 2008 18:01:57 -0000</lastBuildDate>

<image>
<title>Amorita D; Up, Close &#x26;amp; Personal</title>
<url>http://images.amorita2005.multiply.com/logo</url>
<link>http://amorita2005.multiply.com</link>
<width>100</width>
<height>100</height>
</image>

<item>
<title>Atonement</title>
<description>Film yang sedang naik daun ini, Atonement, memang unik. Yang pertama mencuri perhatian saya adalah music scoringnya yang keren, ilustrasi musik dengan menggunakan ketikan mesin tik jadul, menjadi temuan yang orisinal dan brilian bagi kuping saya yang rada kurang gaul ini (maklum, kuping saya belakangan ini dikepung musik jiplakan yang didaku orisinal oleh si Dani Ahmad itu...payah deh!). Sutradara muda Joe Wright (ini film keduanya) dengan pintar memvisualkan novel laris karya Ian MacEwan melalui tangan dingin penulis skrip senior Christopher Hampton (berjaya melalui Mary Reilly dan Imagining Argentina)

Temuan menarik saya lainnya dari film yang masuk nominasi terbaik Golden Globe 2008 ini adalah cara tutur yang memakai dua perspektif dari dua sudut pandang oleh dua orang karakter, yang mengakibatkan sebuah adegan memiliki dua makna yang sangat berbeda pula. Ini pola yang sebenarnya sederhana dan kerap ditampilkan dalam serial detektif di televisi, bahkan series anyar legal thriller...</description>
<guid isPermaLink="true">http://amorita2005.multiply.com/reviews/item/6</guid>
<pubDate>Sat, 12 Jan 2008 18:01:57 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Menguak Cadar The Painted Veil</title>
<description>Adegan dahsyat dalam film &#x22;The Painted Veil&#x22; (2006, sutradara John Curran) itu ternyata sederhana; seorang Kepala Biarawati,  Mother Superior yang sepuh, tersenyum bijak, atau mungkin justru senyum pahit, lalu berkata kepada wanita muda bernama Kitty Fane (Naomi Watts), &#x201C;When love and duty are one, grace is within you.&#x201D;  Satu kalimat itulah yang membuat Kitty Fane tertelanjangi. Ia sesungguhnya memang  tidak se-gracious sebagaimana yang selama ini ia tampilkan, istri seorang ilmuwan yang terhormat, yang &#x201C;dutifully&#x201D; rela meninggalkan kehidupan mapan keluarganya yang kelas menengah atas di London jauh-jauh ke Beijing dan kemudian ke suatu desa nun jauh di pedalaman, dimana sang suami mengabdikan diri melawan kolera yang tengah menjadi epidemi. 

Kalimat itu juga menembak motivasi suami Kitty, Walter Fane (Edward Norton) yang ternyata toh tak seidelis sangkaan banyak orang  karena kepergiannya ke pelosok yang diwabahi kolera itu sejatinya lantaran suatu alasan yang sangat personal. Deng...</description>
<guid isPermaLink="true">http://amorita2005.multiply.com/reviews/item/5</guid>
<pubDate>Sat, 4 Aug 2007 08:25:12 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>I-Sinema Minggu : Komedi Romantis &#x22;Tetangga Istimewa&#x22;</title>
<description>Apa jadinya kalau cinta lama menyeruak dari rumah sebelah? Saksikanlah roman komedi Tetangga Istimewa bersama Restu Sinaga, Cut Mini, Caroline Zachrie dan Lukman Sardi dalam I-Sinema Minggu, 5 November 2006 jam 8 malam di ANTV eng ing</description>
<guid isPermaLink="true">http://amorita2005.multiply.com/calendar/item/10002/I-Sinema_Minggu_Komedi_Romantis_Tetangga_Istimewa</guid>
<pubDate>Sun, 29 Oct 2006 12:34:06 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Saksikan Isinema Special Lebaran &#x22;BAMBY MUDIK TAHUN INI&#x22;</title>
<description>Apa jadinya kalau anak gaul  yang sok metropolis dipaksa mudik lebaran di kampung yang dianggapnya katro abis ? Saksikanlah Isinema special lebaran BAMBY MUDIK bersama Vino G Bastian, Ratna Riantiarno, Sissy Pricilla dan Angie Virgin pada hari Selasa 24 Oktober 2006 jam 21,30 di ANtv...eng ing</description>
<guid isPermaLink="true">http://amorita2005.multiply.com/calendar/item/10001/Saksikan_Isinema_Special_Lebaran_BAMBY_MUDIK_TAHUN_INI</guid>
<pubDate>Sat, 21 Oct 2006 08:10:41 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Zizou Apa Klinsi? Girl Talks of  World Cup 2006 </title>
<description>Zidane Apa Klinsman?

Seorang cewek cakep, pemegang master administrasi bisnis dari manca yang akan berulang tahun ke 29 dan single berkata di sebuah cafe nonton bareng piala dunia yang baru lewat, &#x22;Bukan main bolanya yang penting, tapi pemainnya!&#x22; Teman-teman si cewek nyengir, setengah membenarkan, setengah malu-malu kedoknya dibongkar. Seorang cewek lain yang ternyata penggemar bola sejati langsung protes. &#x22;Payah deh loe pada, dasar mental cheerleader!&#x22;

Menyaksikan urun rembuk cewek-cewek di gempita piala dunia ternyata tak kalah seru ketimbang analisis para komentator dadakan di televisi. Jika beberapa waktu sebelumnya cewek-cewek tak dipercaya punya sense of nonton bola, sekarang ini kehadiran para cewek tak terhindarkan lagi signifikansinya. Baik yang sekadar menemani pacar atau suami, iseng saja ikutan ngumpul seru bareng temen-temen dan tetangga, sampai cewek-cewek gibol beneran yang dengan jitu bisa menyebut kapan Cristiano Ronaldo diving dan kapan ia memang dijegal bek la...</description>
<guid isPermaLink="true">http://amorita2005.multiply.com/reviews/item/4</guid>
<pubDate>Tue, 11 Jul 2006 04:05:59 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Turtles Can Fly</title>
<description>Foto-foto dari film Turtles Can</description>
<guid isPermaLink="true">http://amorita2005.multiply.com/photos/album/12/Turtles_Can_Fly</guid>
<pubDate>Sat, 29 Apr 2006 08:04:19 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Turtles Can Fly, Suatu Kebahagiaan dalam Kemustahilan.</title>
<description>Saya akhirnya menonton Turtles Can Fly, Alhamdulillah banget euy!. Llihatlah foto-fotonya di album foto -My Photos-saya di halaman sebelum ini.

Film karya Bahman Ghobadi (sutradara, produser dan penulis skenario)  ini diputer di JIFFEST 2005 silam, diputar di sesi gratisan. Waktu itu saya telat datang dan kehabisan tiket. Tapi waktu itu saya tak begitu menyesal, hla wong film jagoannya Jiffest kala itu, Le Grand Voyage, yang dipuja-puji media massa sampai aula Graha Bakti Budaya TIM penuh sesak oleh penonton, tak begitu membuat saya jatuh cinta. Maka itu ekspektasi saya pada Turtles  Can Fly, sebuah produksi kerjasama Iran-Irak yang kemudian didistribusikan MGM untuk pasar internasional,  ya tak terlalu tinggi, lah. Ternyata saya sungguh keliru, Turtles Can Fly itu DAHSYAT man!  Saya bahkan menganggap Turtles Can Fly, yang menjadi wakil Iran di kancah Oscar 2004, satu langkah lebih menggetarkan ketimbang Life is Beautiful-nya Roberto Benigni (Film Asing Terbaik Oscar 1998) yang sama...</description>
<guid isPermaLink="true">http://amorita2005.multiply.com/reviews/item/3</guid>
<pubDate>Sat, 29 Apr 2006 07:48:18 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Keindahan Innocent Voices</title>
<description>MENGURAI DARAH MENJADI PUISI
Memanusiawikan Perang dalam Film Innocent Voices

Pada bulan Agustus yang dikeramatkan Indonesia, bioskop republik ini menghadirkan film Innocent Voices (Voces Inocente, 2004) yang mengabadikan drama peperangan di mata seorang bocah duabelas tahun. Karya sutradara Meksiko, Luis Mandoki (Trapped, Angel Eyes), ini menyuguhkan pencapaian visual yang bersanding harmonis dengan tuturan tema kemanusiaan yang heroik. 

Darah dan peluru yang berlelehan di medan perang bermetamorfosa menjadi puisi visual kehidupan yang penuh warna, secara kasatmata maupun sebaliknya. Horor perang disuguhkan secara sangat tidak berlebihan, katakanlah dibanding pemberontakan visual Steven Spielberg dalam Saving Private Ryan (1998) dengan tidak menafikan kodrat pemeran utama film ini, yang adalah seorang bocah lelaki, tengah bermain mobil-mobilan tanpa mobil mainan melainkan hanya dengan suara dari mulutnya sendiri dan tangan kosong seolah tengah mengendarai mobil pada kota yang m...</description>
<guid isPermaLink="true">http://amorita2005.multiply.com/reviews/item/2</guid>
<pubDate>Fri, 31 Mar 2006 07:59:56 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Chick Flick</title>
<description>Beberapa judul FTV jenis komedi romantis yang telah</description>
<guid isPermaLink="true">http://amorita2005.multiply.com/photos/album/10/Chick_Flick</guid>
<pubDate>Mon, 27 Mar 2006 15:45:33 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Film Kompetitif</title>
<description>Lomba Penulisan Skenario Film Kompetitif 2004 diselenggarakan Kementrian Pariwisata dan Budaya.</description>
<guid isPermaLink="true">http://amorita2005.multiply.com/photos/album/9/Film_Kompetitif</guid>
<pubDate>Mon, 27 Mar 2006 02:19:13 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Sandal Bolong untuk Hamdani, FTV Terbaik FFI 2004</title>
<description>Sandal Bolong untuk Hamdani mendapat 8 nominasi piala Vidia FFI 2004, dan memenangkan 5 diantaranya. Tapi nasib Hamdani bin Ijin, tokoh sentral kisah sejati ini, tidak banyak mendapat</description>
<guid isPermaLink="true">http://amorita2005.multiply.com/photos/album/6/Sandal_Bolong_untuk_Hamdani_FTV_Terbaik_FFI_2004</guid>
<pubDate>Sun, 26 Mar 2006 11:35:28 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Crash vs Brokeback</title>
<description>Soal Crash dianggap menang karena semata selera juri (lho, anggota
AMPAS itu seribu orang lebih deh seingat saya, nggak cuman tujuh
orang kayak juri FFI ..:)) dan sentimen publik, saya kira kok
menafikan karakter media film Amerika itu sendiri. Setahu saya
masalah gay di Amerika sama sekali bukan barang baru, apalagi di
California (mayoritas tempat para juri oscar itu berada). Kalo kata
redakturnya BBC (apa Time ya, saya lupa, tp bisa kok dicek di web
nya, tentang oscar kemarin itu) dan LA itu udah &#x22;more than gay&#x22;
ketika tempat lain baru mulai mengenal gay.

Soal sentimen publik, well, saya kira justru Brokeback tuh yang
diunggulkan di pasar-pasar taruhan. Baca aja artikel2 soal oscar
kemarin, kan banyak yang dijuduli &#x22;Seberapa Meleset Perkiraan
Anda&#x22;..:) Jangan pula lupakan bahwa banyak orang Amerika yang tak
suka dengan Crash ini karena dianggap nggak patriotis lah dan
menelanjangi mereka (padahal film ini sangat universal -&#x3E; another
big point!)  karena yang dipotret ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://amorita2005.multiply.com/reviews/item/1</guid>
<pubDate>Sun, 26 Mar 2006 07:19:26 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Serialized Drama</title>
<description>Skenario Cinta Berkalang Noda dan Cintaku di Kampus Biru berdasarkan novel Mira W dan Bang Ashadi Siregar, menjadi drama serial televisi berepisode banyak--lebih dari 26 episode dari setiap novel--dengan satu pakem utama;sedapat mungkin tidak boleh lari dari plot &#x26; moral story yang terdapat dalam bukunya. 

Cinta Berkalang Noda (Ari Wibowo dan Maudy Koesnaedy) kini menjadi top rating di Singapura dan</description>
<guid isPermaLink="true">http://amorita2005.multiply.com/photos/album/2/Serialized_Drama</guid>
<pubDate>Sun, 26 Mar 2006 06:31:05 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Profil : </title>
<description>&#x3C;P&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;arial, helvetica&#x22; size=2&#x3E;&#x3C;FONT color=#333333&#x3E;Obrolan AMORITA D dan Yanto Prawoto dari Layarkata-Network&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;arial, helvetica&#x22; color=#333333 size=2&#x3E;sumber : Layarkata.com/ 2003&#x26;nbsp;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;arial, helvetica&#x22; color=#333333 size=2&#x3E;&#x3C;EM&#x3E;Cintaku di Kampus&#x3C;/EM&#x3E; &#x3C;EM&#x3E;Biru&#x3C;/EM&#x3E; yang sekarang sedang menayang di Trans TV adalah salah satu karya penulis cerita dan skenario perempuan ini. Proses kreatif, skenario bagus, kompromi dengan produser, termasuk tips untuk calon penulis skenario diungkapkan dalam tulisan ini.&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;arial, helvetica&#x22; color=#333333 size=2&#x3E;Berikut ini obrolan santai tapi seru antara Yanto Prawoto yang mewakili LayarKata.com, dengan penulis bernama KTP Agni Amorita AMD ini.&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;arial, helvetica&#x22; color=#333333 size=2&#x3E;Yanto Prawoto: Halo Mbak Rita, apa kabar? Tentu aja baik, ya... Kalau gak baik, gak mungkin kita ngobrol-ngobrol di sini, sekarang... Oke, kita mulai aja obrolan kita dengan pertanyaan dasar...&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;arial, helvetica&#x22; color=#333333 size=2&#x3E;Sejak kapan anda terjun di dunia penulisan cerita dan skenario? Bisa diceritakan (panjang juga boleh), bagaimana proses anda masuk ke industri sinema Indonesia?&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;arial, helvetica&#x22; color=#333333 size=2&#x3E;Amorita D.: Karena memang panjang, sebaiknya Mas Yanto sambil santai minum kopi sementara saya ndongeng ya? &#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;arial, helvetica&#x22; color=#333333 size=2&#x3E;Yanto Prawoto: Kopi mah, selalu sia...</description>
<guid isPermaLink="true">http://amorita2005.multiply.com/journal/item/1/Profil_</guid>
<pubDate>Sun, 26 Mar 2006 06:01:03 -0000</pubDate>
</item>

</channel>
</rss>